Feeds:
Posts
Comments

Mimpi…

Hampir sebulan ini, diriku ini bermimpi ttg seseorang. Mimpi ini, lama2 cukup menganggu. Aku g sempat memikirkan itu ato hal lainnya di siang hari karena kesibukanku. tapi karena kedatangan itu terus-menerus dlm tidur, entah knp mlh membuatku jadi kepikiran klo pas break dr kesibukan. Pas kepikiran, lgs aja aku alihkan ke hal lain, tp msh muncul juga di tidurku. Kategori mimpi apa ini. Diriku jd merasa seperti dihantui…

Dalam suatu riwayat dikisahkan, seorang wanita bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya bermimpi melihat sebagian tubuh baginda berada di rumahku.” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Fatimah akan melahirkan seorang anak lelaki, kemudian engkau yang akan menyusukannya.” Tidak lama kemudian Fatimah melahirkan Hussein dan disusukan oleh wanita tersebut.

Sesungguhnya mimpi itu dapat ditafsirkan, namun tidak semua orang mampu mentafsirkan kebenarannya.

Menurut ahli-ahli ta’bir, mimpi ada tiga macam:

1. Peristiwa yang menggembirakan yang benar yang terjadi setelah bermimpi, dan ini tidak memerlukan penafsiran.

2. Mimpi yang batil atau permainan syaitan, yaitu mimpi yang tidak dapat diperincikan oleh orang yang bermimpi. Ertinya orang yang bermimpi itu tidak sanggup mengingat tertib atau jalan cerita mimpi itu. Mimpi seperti ini dianggap batil dan tidak mempunyai sebarang makna atau takwil.

3. Keinginan nafsu. Seperti kita ketahui nafsu ada tiga, yaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah dan nafsu ammarah. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh fikiran seseorang. Sesuatu yang dia lakukan atau dia khayalkan siang hari atau menjelang tidurnya selalu menjelma ketika tidurnya.

Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan
adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.

Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.”
(al-Mujaadilah: 10)

Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.

Sumber :

  1. http://wansabarudin.tripod.com/sabarudin/id13.html dalam “Firasat Mimpi”
  2. Atabah.“Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah”.
  3. Kelompok Gema Insani : Al Huda. 2005.“Doa & Zikir Pilihan”.


sambalnya ditumpangin sambal dipisah

Kali ini, bikin nasi tumpang, salah satu menu favoritku di rumah. Banyak ditemukan di kota Solo.Kusajikan bersama tahu dan peyek teri.Lagi males nulis cara membuatnya. coming soon…

Jepretan favorit…

adik2 ujung pandan

Foto ini diambil jaman kkn di Jepara pakai kamera Sony N50, dengan setting-an 3 MP.  Critanya habis selesai ngajar anak2, biasanya mereka maen n guyonan sama kita2 anak kkn. Tak ambil secara alami pas mereka surung2an (dorong2an), tapi koq yo susah ya ternyata. Hasilnya ada dua orang adik yang kepotong kepalanya (pecinya kepotong). He he he lagi belajar….:p

gigih n pak mancung

Nah, foto yang ini modelnya adalah korcam Tim I-KKN 08 kecamatan welahan Jepara, Mas Gigih Pribadi (pake kacamata)bersama rekan sedesaku, yang biasanya tak kerjain, Pak Mancung alias Danu di pantai Bandengan Jepara. Mereka berdua agaknya mesra sekali, di bawah langit mendung, berdua2an, membicarakan masalah rumah tangga mungkin. Momen ini sering terjadi selama kkn berlangsung, tapi baru saat ini aku ingin mengabadikannya, mumpung ada figurannya : 3 orang mas2 dengan 2 diantaranya bertelanjang dada, mbak2 bersama adik kecil, orang mbojo deket hotel, juga mumpung pemandangannya lagi bagus, langit mendung dipadu dengan pasir putih, bangunan hotel dan hijau daun nampak dari kejauhan. Jadilah 3 unsur itu (model, figuran, pemandangan) membentuk suatu situasi pantai di siang hari. He he he, kaya sore y, mendung soalnya. Thanks to mas gigih n pak mancung…:p n maap dah ngambil gambar tanpa ijin….

ruhe

Jepretan yang ini adalah atas permintaan model, mas ruhe. Diambil di puncak gunung ungaran. Pagi2 kabut tebal, g bisa liat bawah gunung kaya apa, sayang sekali. Sering komentar klo orang2 pada narsis, tapi ternyata mas ruhe ini narsis juga. Background-nya abu2 keputih2an, kabut, digoresi warna hijau suket, serasi sama warna merah jaket sang model, kombinasi warnanya lumayan.Yang aku suka dari jepretan ini adalah simple unsur penyusunnya tapi menyala. Hiks, sayang sekali sikut sang model kepotong, minus deh…aku masih butuh banyak belajar…

lukman

Ini foto mas lukman, di sungai desa ujung pandan. Nekat nyemplung, yo wis tak lempar 1 butir kacang atom, eh malah mau ditangkap sama mas lukman pake mulutnya. sang model dah kaya ikan ini…

Diriku ini baru belajar njepret, masih amatiran banget, kamera yang digunakan juga biasa saja, sony N50 dan kamera hp. Mulai seneng jepret saat liat karya mas gigih, salah satu model di atas. Aku juga banyak belajar darinya soal jepretan. Banyak teinspirasi dari hasil jepretan mas alfin yang expert, karya2 2d dan 3d mas alfin bisa dilihat di http://cgku.wordpress.com/ . Teman2 lain yang karya2nya turut mengisnpirasiku : mas mamat, mas dellyar dan kembaranku beda ayah dan ibu, mbak heti…

dsc026082 Sega Liwet & Jaket Sobat Alam

Nasi liwet kategori masakan yang jarang dibuat sebagai hidangan di rumah karena ribet. So, aku g mau melewatkan kesempatan untuk mengabadikannya sekali2. Biasanya sih g pake acara menyajikan dalam bentuk yang bagus. Tapi karena mau dipotret, terpaksa dibuat agak bagusan bentuknya, walaupun mungkin tetep aja g bagus. Maklum baru belajar menghias makanan…

Banyak piranti2 yang turut berjasa dalam pemotretan sega liwet kali ini. Pertama, aku bahas dulu penyajian sega liwet.

Bahan-bahan Penyajian Sega Liwet

Hanya memanfaatkan yang sudah ada. Berhubung yang ada cuman sawi ijo, lombok ijo, lombok merah, tomat, jadi itu saja yang digunakan. Btw, Lombok merah g jadi dipakai, karena komposisi warna merah terlalu banyak klo tomat n lombok merah dipakai semua, jadi warna merah hanya dipilih dari tomat.

Piranti Penghias

Piranti Penghias

  • Piring datar sebagai tempat sajian
  • Mangkok kecil untuk mencetak nasi
  • Pisau…Awalnya cuman pake pisau yang silver buat membelah tomat, trus jadi agak ribet dan g luwes akhirnya ganti pisau yang lebih kecil, jadilah pisau merah yang lebih berperan.
  • Telenan…Besar banget yang kupakai, cuman ada itu sih :p

Proses Menghias

Sawi dan tangkainyaMeletakkan 2 lembar sawi yang telah dipotong tangkainya ke piring. Cetak nasi dengan mangkok kecil, lalu dituangkan ke atas sawi bagian pinggir bawah. Tangkai sawi tidak kubuang, dipotong2 kecil tak beraturan, lancip di semua ujungnya, jadi 3 buah dengan ukuran berbeda2. Potongan tangkai sawi diletakkan di atas nasi.

Tomato Lombok ijoDiriku memakai 2 buah tomat. Tomat pertama dibelah  jadi bentuk bunga, bagian tengahnya diambil (tak kasih ke yang mau makan). Bagian tengah yang sudah kosong diisi dengan areh (stuktur penyusun nasi liwet : campuran putih telur dan santan). Tomat yang lainya dikuliti memanjang pakai pisau kecil, lalu kulit tomat panjang dilingkarkan ke nasi (tomat kupasan dimakan yang sama mau makan). Ijo2 yang ditaburkan di atas areh adalah ujung dari lombok ijo yang dipotong kecil2.

Background

Sempat bingung mencari background yang sesuai, akhirnya menemukan dua yang cocok dengan gambar bunga di piring putihku. Awalnya nemu kursi, dipakailah kursi. Tiba2 tanpa sengaja melihat jaket sobat alamku, rasanya cocok juga bagian belakangnya. Akhirnya dua2nya dicoba jadi background. Di gambar paling atas n yang paling besar, sebelah atas pake kursi dan yang bawahnya pake jaket sobat alam (Hidup Sobat Alam!!). Bisa dibandingkan, mana yang lebih cocok?

Kursi Jaket Sobat Alam

Pepes Tahu Pedas…

Di suatu siang nan panas, di suatu kota, mampirlah diriku ini ke rumah makan, lunch ceritanya. Rumah makan ini bergaya prasmanan. Ambil lauk, sambel dan lalapan sendiri, tapi nasi dan minuman harus pesen. Aneka sambel tertata di meja, hummmm…aku suka sekali sambel, kucobain satu2 deh. Untuk lauk, ada macem2 juga: ayam, belut (hiii…i hate it), ikan, bakwan jagung, otak goreng, dll…..Dan….ada “aneka pepes”, waaaah. Diriku ini penyuka pepes dan makanan yang dibungkus daun lainnya. Makanan dibungkus daun yang biasanya muncul di rumah : pepes pindang campur urap daun ketela pohon, pepes peda, garang asem, bothok, karanggesing (kategori penganan : pisang diiris, dicampur santan, dibungkus daun).

Di rumah makan itu aku memilih pepes tahu dan pepes jamur, dua macam pepes yang belum pernah muncul di rumah. Pepes tahu dan jamur bentuknya mirip, keduanya berwarna kuning, cuma yang jamur muncul coklat2, ya jamurnya itu. Warna kuningnya kayaknya santan yang mengental plus kunir sedikit. Rasa pepes tahu enak, gurih, tapi tidak pedas. aku suka makanan pedas. Dari situ, diriku ingin mencoba bikin pepes tahu tapi pedas, dan ditambah bahannya mudah didapat.

Diriku terbiasa masak untuk porsi minimal 5 orang (jml orang dirumah), tapi kali ini aku buat untuk 20 porsi, coz tersedia 10 tahu, tak buat saja sekalian semuanya.

Pepes Tahu Pedas

Bahan-bahan : 10 buah tahu, daun pisang secukupnya (buat bungkus, dalam hal ini aku g beli, minta tetangga sebelah), biting untuk menyemat daun pisang (hehehe aku ambil dari seblak kasur).

Bumbu : 5 buah bawang merah, 7 buah bawang putih, 3 buah kemiri, 1/2 sendok teh ketumbar, cabe merah suka2 banyaknya, garam secukupnya, gula pasir sedikit saja.

Cara membuat :

Haluskan semua bumbu. Kemudian haluskan tahu. Masukkan bumbu halus kedalam tahu yang sudah dihaluskan. Aduk hingga rata.

Ambil tahu secukupnya, lalu bungkus dengan daun pisang dan semat dengan biting. Kukus selama 30 menit.

Mudah kan bikinnya…silahkan dicoba…

:P piringnya itu2 aja, maklum yang cocok buat difoto cuman itu. Kali ini g dihias, lagi males…

Ngomong2 soal tahu. Tahu putih paling enak menurutku tahu dari Kediri dan Sumedang. Gurih tahunya. Tahu Kediri banyak dijumpai di Solo dan sekitarnya. Klo tahu Sumedang aku g tahu, ngertinya y yang dah digoreng dan biasa dijajakan di pinggir pertokoan ato jalan. Tahu yang biasa dijual Semarang, Kudus dan sekitarnya, rasanya agak kecut n g gurih…untuk mengolahnya bumbunya harus kuat, biar kecutnya rada2 ilang.

Hati yang senang sangat mendukung cita rasa masakan. Unsur cinta bisa menambah kelezatan masakan. Tenang, dalam setiap tindakan memasak menentukan keberhasilan memasak. Bila hati senang, kita akan membuat masakan dengan sebaik-baiknya, pokoknya give the best lah dari yang kita punya, bentuk jadi bagus dan rasa jadi enak. Senang juga memicu ketenangan, g kemrungsung (terburu-buru). Kalau tenang, pikiran jernih jadi semua kegiatan memasak organized well, terutama soal bumbu. Bumbu jadi pas takarannya.

Diriku ini pernah berjanji pada mas dellyar, salah satu sahabat baikku untuk membuat masakan kesukaannya, cap cay. Setelah sekian lama akhirnya sempat juga membayar hutang itu karena kesibukan kuliah sudah berkurang. Skalian saja aku buat untuk sobat2ku yang lain. Mengecek bahan di kulkas, siip, bahan cap cay ada, dan untuk lauknya ada tahu, bisa dibikin perkedel tahu. Ternyata ada gereh peda, teringat klo sobat baikku lainnya, mas ruhe sangat suka menu pepes peda. Jadilah kubuat 3 macam masakan : cap cay, perkedel tahu dan pepes peda. G nyambung memang kombinasinya, tapi aku ingin membuat apa yang sobat2ku sukai, mumpung sempat n suasana hati lagi baik.

Suasana hatiku saat itu memang lagi baik banget. Tugas Akhir dan  sidang akhirnya selesai, luluslah aku, hepi pasti. Ditambah hubunganku dengan salah satu sobat baikku yang sempat renggang setahunan kembali baik.Acara masak-memasak dilaksanakan dengan riang gembira. Kubuat 7 porsi. Bumbu cinta dan sayang pada sohib2ku ikut nyemplung (cieee….). Karena lagi g ada masalah, maka konsentrasiku cuma di masak. Peralatan, bahan dan bumbu disiapkan dengan baik. Masakan jadi dan selesai tertata di box2 makan sesuai target waktu. Kuantar satu2 ke kos mereka masing2. Komentar dari mas dellyar : “great taste but not good combination”, he he he sudah kuduga kombinasinya aneh…aku cuma pengen buat yang sohib2ku suka…

Pengalaman pribadi…pernah berniat membuat kue bolu, putu ayu buat sahabat2ku pagi2 sebelum ke tembalang (wilayah kos2an UNDIP). Eh malah malam sebelum hari H, ada masalah. Jadi kepikiran semalaman. Pagi2 banget bikin kue dengan pikiran g jernih, hawanya pingin cepet kelar, suasana hati g enak, bikin sambil mikir yang lain, jadi kemrungsung. Peralatan g disiapkan dengan benar, kelupaan ini itu, ngocok telur g sabar, ngaduk adonan juga g sabaran, ngalamun n setengah hati. Yang ada diotak cuma acr masak cepet2 selesai dan cepet2 menyelesaikan masalah. Alhasil jadi bantat, rasa g seenak biasanya, bentuk akhir juga g bagus. Padahal sudah sering bikin kue  itu dan selalu sukses. G jadi deh dikasih ke sobat2ku…hiks…TT. Ternyata suasana hati penting dalam memasak…

Bikin Nasi Liwet

Nasi liwet (sega liwet), cabuk rambak, sate buntel, dan tahu kupat adalah makanan yang biasanya aku hunting, terutama klo lagi lebaran di Solo. Mumpung saat ini lagi g ada kerjaan, masak2 bisa jadi solusi pengangguran. Biasanya diriku ini seneng masak tumis2an krn simple, cepat, g ribet n peralatan masak yang dipakai cuma sedikit, jadi sedikit nyucinya. Diriku kategori orang yang paling males isah-isah (cuci piring). Masak sega liwet kategori ribet, tapi bolehlah dikala senggang kaya begini dan bahan sudah tersedia. Ceritanya memanfaatkan bahan yang ada.

Nasi liwet punya 4 struktur penyusun (cie bahasanya berat banget), yaitu :

  • Nasi gurih (kaya nasi uduk)
  • Sambel goreng labu siam (orang biasa bilang labu siam dengan “jipang”)
  • Ayam gurih (buat suiran)
  • Areh (putih telur campur santan)

Sekarang kita bahas stuktur penyusun satu per satu…o ya, yang kutulis disini buat porsi 5 orang (he he, jml orang di rumahku)

NASI GURIH

Bahan-bahannya : beras 1/2 kg, kelapa 1/2 butir (bingung cari bahasa buat kelapa separo)

Bumbu : daun salam 1 lembar saja, kaldu ayam secukupnya (biar gurih), garam jangan lupa.

Cara membuatnya :

Kelapa dibuat santan kental sebanyak 1 gelas sedang (kurang lebih 200 mili lah).

Rebus santan, daun salam, kaldu ayam, garam sampai mendidih. Lalu, masukkan beras, masak sampai setengah matang. Diamkan sebentar, trus dikukus sampai amatang. Ngukusnya kira2 30 menit.

SAMBEL GORENG “JIPANG”

Bahan : 2 buah labu siam, 1/2 butir kelapa

Bumbu : 5 buah bawang merah, 7 buah bawang putih, cabe merah seperlunya (klo suka pedes ya yang banyak), 1 lembar daun salam, 1 buah lengkuas, kemiri secukupnya (biar gurih), garam secukupnya, gula sedikiiit saja (campuran gula n garam yang pas bisa bikin gurih).

Cara membuat :

Kelapa dibuat santan kental sebanyak 1 gelas sedang (kurang lebih 200 ml).

Semua bumbu dihaluskan, lalu ditumis sampai matang (sampai harum). Lalu masukkan “jipang”/labu siam. Setelah jipang agak matang, masukkan santan kental, masak hingga matang.

AYAM (untuk suiran)

Bahan : 1/2 kg ayam, 1/2 butir kelapa

Bumbu : 5 bawang putih, 1 sendok teh, ketumbar, 3 buah kemiri, 1 lembar daun salam, 1 buah lengkuas, garam secukupnya.

Cara membuat :

Kelapa dibuat santan kental sebanyak 1 gelas sedang (kurang lebih 200 ml).

Sementara ayam direbus, haluskan semua bumbu. Lalu, bumbu yang sudah halus dimasukkan ke rebusan ayam. Tuangkan santan kental. Masak hingga matang.

AREH (putih telur campur santan)

Bahan : 1/2 butir kelapa, 3 butir telur (ambil putih telurnya)

Bumbu : garam secukupnya saja.

Cara membuat :

Kelapa dibuat santan kental sebanyak 1 gela sedang (kira-kira 200 ml).

Masak santan kental sampai mendidih. Kocok putih telur sampai mengembang. Masukkan putih telur yang sudah dikocok ke santan yang sudah mendidih. Masak hingga mengental.

PENYAJIAN :

Semua diserahkan pada yang masak. Bikin sebagus mungkin, biar menggugah selera yang makan, terutama anak kecil. Anak2 liat makanan dari bentuk fisik. Rata2, anak suka yang bentuknya bagus, apalagi enak rasanya. Bentuk fisik yang bagus tidak menjamin rasa enak lho, ho ho ho….kata orang jawa : “masak enak ki tangan2nan” (masak enak tergantung tangan yang membuatnya)

Nasi Liwet Background 1

KESIMPULAN :

Untuk porsi 5 orang, beli 1 butir kelapa. Parut kelapa. Buat santan kental  jadi 4 gelas sedang (4 x @ 200 ml) untuk setiap kebutuhan struktur penyusun sega liwet.

Bahan2 yang dipake untuk masak nasi liwet sebenarnya g banyak kaya masak cap cay, cuma : nasi, ayam, jipang dan kelapa. Letak keribetannya adalah adanya beberapa masakan yang diolah terpisah (ada 4 : nasi, sambel goreng jipang, ayam suiran dan areh), juga banyaknya piranti memasak yang dipakai. Banyak deh nyucinya…

Selanjutnya….Baca “Behind de Screen of Pemotretan Nasi Liwet”


Bersama Teman Kecil…

Berawal dari kunjungan ke suatu kota di pinggiran pantai selatan, bermaksud untuk mengunjungi tante, tak terduga tante malah mengajak seminar di kota lain lagi yang jauh dari kota awal, tak direncanakan pula bertemu dengan teman kecil yang sudah lama sekali tidak bertemu…

Bersama teman kecil menghabiskan waktu ngopi2, makan donat bersama & ngobrol panjang lebar. Awalnya pengen pesen hot chocholate tapi koq yo yang ada cuma aneka kopi, ya sudahlah terpaksa mencoba kopi. Sempat khawatir, karena biasanya mual2 n mules2 klo minum minuman yg ada campuran kopinya. Aneh tapi Alhamdulillah kekhawatiran itu tidak terjadi setelah minum.
Pembawaannya yang tenang, ramah, nyantai dan lucu tidak berubah dari temanku ini…
Selepas ngopi-ngopi,diajak muter2 kota. Lewat mblasuk2, katanya biar g terjebak macet. Jalan2 besar tapi searah2 bikin bingung n susah ngapalin jalan. Muter2 rada g jelas, g tau tujuan.

Akhirnya diambil keputusan parkir di gedung telkom, lalu jalan kaki ke museum yang pernah kami kunjungi jaman smp dulu. Hehehe, barengannya anak2 sekolah uy, berasa tua banget deh. Melihat intan cantik yg dipajang di salah satu sudut museum, he he he…timbul hasrat kami untuk mengambilnya. Lumayan klo dijual, mahal uy…

Berpindah ke ruang sebelah, gambar2 manusia purba dan teori evolusi darwin terpampang. Entah kenapa teori aneh & g masuk akal itu masuk kurikulum anak sekolahan. Anak-anak dikibulin agaknya.
Selanjutnya,melihat peta Indonesia. Pertanyaan darinya :”ina sudah pernah kemana aja?”, kusebutkan satu2, lalu aku balik tanya. Huhuhu…ternyata dia sudah kemana2 n aku baru disitu2 saja…TT

Selanjutnya lagi, melihat replika kapal tanker, hasil tambang & sisa tambang dan berceritalah dia tentang pengalamannya bekerja di pertambangan.
Eng ing eng, jam setengah 4 sore, saatnya museum tutup, pintu ditutup & dibuka sedikit,diusir halus nih ceritanya. Kembalilah kita ke parkiran gedung telkom, ambil motor lalu menuju taman kota. Sepi tamannya, grimis, dan muncul tanda2 hujan lebat. Singgah sebentar di taman lalu cari2 masjid. muter2 agak g jelas.Ternyata dirinya tidak hapal bagian kota yang bukan jajahannya. Bress…hujan deres, minggir dulu…

Numpang berteduh di depan fotokopian sebelah rumah sakit bersalin dan di depan gedung bimbel. Duduk2 sambil ngobrol lagi dengan pemandangan jalanan n bangunan2 kota yg diguyur hujan. Tiba2 segerombolan anak2 smp ikutan ngiup, berdiri di depan kami, jadilah pemandangannya punggung2 anak smp plus celotehan bahasa planet,yg aku g ngerti, smua orang dikota itu bahasanya planet,feh…pah poh aku…TT, btw ngobrol dg teman kecil tetap berlangsung.

Kira2 satu jam, hujan berhenti, saatnya sholat dulu. Pilihan ada dua, numpang di rumah sakit bersalin ato gedung bimbel. Klo di gedung bimbel, tampang kita kayaknya masih kaya anak sekolahan, bolehlah…ato mampir ke RS dengan dalih menjenguk orang. Teman kecil saya ini agaknya kurang pd, pergilah kita dr situ.Akhirnya menemukan jalan yang dikenalinya, jalan ke masjid agung…feh

Dia g tau masuk masjid agung lewat mana. Setelah parkir, dirinya tak tau wudlu n sholat cowok n cewek dimana. Ternyata, dirinya baru pertama ke masjid agung di kota tempat tinggalnya itu.
Sudah sore, saatnya pulang, jalanan makin macet. Maksudnya minta ditunjukin naek angkot menuju rumah sakit islam deket tempat nginep, tapi teman kecilku ini baik sekali mengantar sampai sana, pdhl jauh bgt dr rumahnya. Terima kasih teman…

Bincang2 tentang pengalamannya bekerja di lab, organisasi mahasiwa,mengajar di kelas,magang di BUMN ternama, kerja di pabrik, beberapa kali kerja proyek pembangunan n pertambangan, ngamen, travelling ke luar daerah dengan dana hasil kerja, membangun bisnis bersama rekan2nya dg pemasaran di luar pulau jawa, dll membuat diriku ini merasa : “ternyata aku masih di situ2 saja”, kurang mengembangkan diri.

Sebenarnya kesibukan & menumpuknya tugas kuliah, kerjaan di himpunan dan lab, tidak sepantasnya jadi alasan buat diriku ini tidak sempat mengembangkan diri & berusaha mandiri dari ortu.
Teman kecilku itu juga mengambil jurusan yang sama denganku beda univ, kurang lebih kesibukan di kampus sama, tapi dia masih bisa mengembangkan diri dan organisasi, berusaha mandiri dari orang tua. Malu aku…TT
Disinilah perencanaan n targetting dibutuhkan, manajemen waktu n diri berbicara…

Setelah sekian lama tertunda, akhirnya sempat juga merangkum perbincangan konsultan dunia & akhirat, Bapak Adiwarman Azwar Karim dengan mas-mas dari Suara Hidayatullah (Cholis Akbar dan Bambang Subagyo) di sela-sela Simposium Internasional Ekonomi Islam di Hotel Hyatt, Yogyakarta, 22 Oktober 2008 lalu, yang diselenggarakan Universitas Islam Indonesia (UII)). Berikut rangkumannya :

Saat ini perkembangan bank syariah makin pesat apabila dibandingkan dengan jaman dulu, dimana antara bank syariah dan bank konvensional bandingannya kecil sekali. Saat itu bank syariah hanya ada Bank Muamalat Indonesia (BMI), sementara bank konvensional berjumlah lebih dari 200. Perkembangan tersebut bisa dilihat dari banyaknya bank-bank konvensional yang ramai-ramai membuka divisi syariah. Selain perbankan syariah, mulai bermunculan juga asuransi syariah bahkan pegadaian pun ikut membuka divisi syariah. Saat ini sudah ada mubarakah, takaful, MAA, Beringin Putra & Beringin Life, dll.

Melihat perkembangannya saat ini, kemungkinan peningkatan jumlah bisnis syariah kedepan akan semakin besar. Ada tiga hal yang mendasari kemungkinan tersebut.

Pertama, yaitu dari sisi permintaan produk syariah/sisi masyarakat. Di sisi ini ada dua hal yang menonjol pendukung bisnis syariah, yaitu :

· Semakin meningkatnya semangat bersyariat Islam di kalangan berekonomi mapan karena terpengaruh oleh

anak-anaknya. Mereka mencoba gaya hidup lain, termasuk dalam berekonomi yang lebih bersyariat.

· Aktivis-aktivis Islam kampus tahun 80-an yang ketika menjadi mahasiswa banyak mengkaji ke-Islaman, termasuk

tentang ekonomi Islam. Mereka yang saat ini telah banyak yang mencapai kedudukan tinggi, sebagai manajer

ataupun kepala bagian dari bank maupun perusahaan asuransi menginginkan adanya produk-produk syariah yang

penah mereka kaji dulu.

Kedua, dari sisi supply. Saat ini ada delapan bank syariah, dua diantaranya syariah secara penuh dan enam lainnya adalah bank konvensional yang membuka divisi syariah. Menurut survey Bank Indonesia, masih ada 21 bank lagi yang akan membuka divisi syariah. Empat diantaranya adalah bank asing. Yang jadi pertanyaan adalah, “Mengapa mereka menggebu-gebu membuka divisi syariah?”

Selain karena tren di masyarakat/tren demand, bank syariah memberikan produk yang lebih beragam. Bank syariah bisa melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh bank konvensional, seperti : leasing, factoring, ventura dan pembiayaan kartu kredit. Untuk masalah niat bank konvensional yang ingin membangkitkan ekonomi syariah, masih dipertanyakan.

Ketiga, semakin lama umat Islam dunia makin cerdas memilih lapangan jihad, yaitu melalui jalur ekonomi. Syariah diintegrasikan ke dalam undang-undang perbankan, undang-undang asuransi atau zakat dalam perpajakan. Paling tidak sudah ada upaya untuk memberikan konstribusi berupa pemikiran-pemikiran syariah pada hukum positif di Indonesia.

Ketiga faktor tersebut bisa membuat kita optimis akan perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Banyak yang ahli ber-da’wah di Indonesia, tapi untuk urusan muamalah (bisnis) dan mencari rihbi (untung) secara syariah kita masih perlu belajar untuk menjadi ahli. Rasulullah sendiri juga seorang pedagang, semangatnya dalam ber-muamalah wajib kita teladani dengan menggeluti bidang muamalah. Kalau tidak digeluti maka tidak akan menjadi ahli. Yah, mungkin awalnya masih banyak kekurangan. Misalnya, dalam bank syariah terdapat komplain dari nasabah mengenai bagi hasil bank yang begitu kecil dan gerakannya yang lambat. Tapi ya itulah, karena belum punya pengalaman, ibarat anak kecil yang baru belajar berjalan, masih tertatih-tatih.

Permasalahannya sekarang adalah bagaimana mempercepat proses belajar tersebut. Salah satu caranya adalah pemerintah memperbolehkan bank-bank konvensional membuka divisi syariah. Motivasi mereka mungkin hanya sebatas bisnis bukan niat ingin membangkitkan ekonomi syariah. Hanya Allah yang tahu niat-nya apa, yang kita lihat hanya dhohir-nya saja. Apapun niat mereka, yang penting dhohir-nya mereka membuka divisi syariah, yang berarti membantu umat Islam terlepas dari salah satu dosa, yaitu riba.

Muncul pernyataan di masyarakat bahwa uang yang halal dan haram akan bercampur pada bank konvensional yang membuka divisi syariah. Itu lain persoalannya, di Bank Indonesia sudah dibuat aturannya. Misalnya, pembukuannya berbeda walaupun uangnya boleh bercampur, orang dan strukturnya juga berbeda. Sebelum memberlakukan aturan tersebut, Dewan Syariah Nasional (DSN) telah dilakukan studi banding ke Malaysia dan Arab Saudi.

Di Malaysia, sistemnya adalah satu pintu, yaitu kantor serta pegawai bank konvensional dan syariah jadi satu. Ibarat ada warung mie, kita tinggal pilih mau mie ayam atau mie babi. Indonesia lebih mencontoh Arab Saudi, yaitu menggunakan dua pintu. Misalnya, di Mekah suatu bank membuka syariah tapi di Madinah bank yang sama membuka konvensional.

Di Malaysia, perkembangan bank syariah tidak begitu baik karena pegawainya tidak punya gairah menjual produk-produk syariah. Mereka hanya menunggu permintaan konsumen saja. Sedangkan di Arab Saudi, perkembangannya nyata karena mereka punya motivasi untuk mengembangkan cabang-cabangnya. Sekarang, Malaisya mulai meniru kita yang berarti juga meniru Arab Saudi.

Motivasi masyarakat menabung di bank adalah yang penting uangnya aman dan mendapat untung. “Bagaimana dengan bank syariah?”. Bila kita bicara tentang ekonomi maka pendekatannya juga harus ekonomi. Kita tidak perlu menggunakan pendekatan fiqiyah, dengan membicarakan halal dan haram karena akan menimbulkan perdebatan yang tak ada ujungnya. Kita tidak ingin diskusi fiqh, tapi kita ingin berbisnis, maka pendekatannya harus bisnis pula. Tapi yang kita jual sudah pasti dijamin halal.

Ibaratnya bila kita membuka restoran, tidak perlu menggunakan dalil. Misalnya, ayamnya dipotong dengan Bismillah, pisau yang digunakan untuk menyembelih tajam, dll. Kita tidak perlu bercerita begitu. Konsumen hanya peduli bahwa yang penting makanannya enak, murah dan halal. Jadi halal tidak dipakai sebagai daya tarik, tapi sudah melekat di setiap tindakan kita.

Strateginya sekarang bukan lagi memainkan emosi masyarakat dengan pernyataan halal dan haram, tetapi halal sudah jadi jaminan, ditambah memberikan keuntungan yang sama bahkan lebih baik dari pada bank konvensional. Seperti kita membuka toko dimana semua pegawainya berjilbab dan berpeci tapi pelayanannya payah, maka orang tidak akan mau datang. Jadi, kita sekarang bukan lagi mengeksploitir fiqh sebagai alat bersaing, yang kita lihat adalah aspek bisnisnya. Jika tidak begitu, nanti syariah akan dipakai untuk berlindung. Sebagai contoh : tukang jahit pakaian berjanji menyelesaikan baju pada tanggal tertentu, tapi kenyataanya tidak selesai karena malamnya sholat tahajut. Itu tidak benar, konsumen tidak mau tahu alasan apapun yang penting selesai.

Hal-hal seperti itu juga ditemukan di bank syariah. Misalnya, bank syariah memberikan bagi hasil yang lebih kecil dari bunga bank konvensional dengan alasan menggunakan sistem syariah. Padahal yang jadi persoalan adalah pegawai banknya yang kurang pandai mengatur.

Sebagian orang mempertanyakan soal jaminan halalnya bank syariah karena pada akhirnya hitung-hitungannya juga seperti bunga. Tidak bisa dipungkiri bahwa masih terdapat penyimpangan-penyimpangan di bank syariah, baik dari sisi manajemen maupun syariah. Tapi jika kita tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan pernah tahu mana yang salah dan harus diperbaiki. Itulah tugas dari Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk memantau bisnis syariah apakah terjadi penyimpangan atau tidak. Bila terjadi penyimpangan, maka DSN akan memberikan perintah perbaikan.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah : “Apakah penyimpangan tersebut di sengaja atau tidak?”. Ada yang bilang bahwa DSN tidak memberitahu bahwa itu tidak boleh. Hal itu berarti bahwa mereka yang bekerja di bank syariah belum begitu paham fiqh. Begitu pula, mereka yang di DSN tidak begitu paham perbankan. Jadi masih sama-sama belajarlah.

Itu bukan berarti fatwanya salah. Fatwanya sudah benar, hanya terjadi penyimpangan-penyimpangan pada tingkat implementasinya. Salah satu faktor penyimpangannya adalah sumber daya manusia. Mereka yang bekerja di bank syariah rata-rata adalah lulusan dari jurusan ekonomi atau jurusan umum lainnya, lalu di-training 2 minggu lalu disuruh bekerja di bank syariah. Rata-rata masih hanya bisa menghafal nama-nama Arab, seperti mudharabah, ijarah, dll belum menjadi ahli. Oleh karena itu, pembenahannya harus mulai dari pendidikan.

Dalam menerapkan ekonomi Islam di Indonesia hendaknya menggunakan pendekatan interplyty. Pendekatan ini melarang Islamisasi ekonomi dengan cara mengambil ekonomi barat lalu di cari ayat Al-Qur’an dan Haditsnya. Ini tidak benar, karena memaksakan Al-Qur’an dan Hadits cocok dengan pikiran manusia, terbalik. Al-Qur’an dan Hadits-lah yang harus jadi tuntunan. Ekonomi Islam bukanlah ekonomi konvensional yang ditempeli Al-Qur’an dan Hadits.

Langkah-langkah untuk mempercepat ekonomi Islam harus dipikirkan. Langkah-langkah itu bisa diwujudkan dalam beberapa langkah. Pertama Studi ekonomi Islam masuk ke kampus, bila tidak bisa masuk ke kurikulum minimal lewat mahasiswa. Biar mahasiswa yang minta dibuka studi tentang ekonomi Islam, bisa dijadikan mata kuliah pilihan. Kedua, yaitu pengembangan sistem, bisa melalui undang-undang atau peraturan daerah bila mereka masih phobia dengan Al-Qur’an dan hadits yang penting maksudnya sampai. Ketiga, yaitu pengembangan ekonomi umat. Ini sangat berat, tidak hanya bicara tapi harus terjun ke lapangan. Undang-undang dan peraturan tidak akan berarti jika kita tidak menekuni. Ekonomi Islam tidak sekedar jualan, tapi bagaimana kita jualan tidak curang dan untung. Pernyataan “lebih baik untung sedikit tapi barokah” tidak ada dalam Islam. Islam harus untung besar dan barokah.

Kita cenderung menempatkan pemerintah di suatu tempat dan umat muslim di tempat yang lain. Seolah masyarakat yang menerapkan ekonomi Islam oposan dengan pemerintah, padahal sebagian besar yang ada di pemerintahan adalah muslim juga. Persoalannya adalah, bagaimana orang-orang yang paham ekonomi syariah mempengaruhi orang-orang pemerintahan untuk membuat kebijakan yang lebih Islami. Proses mempengaruhi itu telah menunjukkan hasil. Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang perbankan syariah. Karena itulah tugas kita, sampaikan dakwah walau hanya satu ayat saja, termasuk kepada orang-orang di pemerintahan.